Sabtu, Mei 22, 2010

.176

Tipe : Idealis

Subtipe : Sub dari yang asli

Inspirasi dari : Don Papin's Red Note Project

Inspirasi ketika : 17 Mei 2010



6 bulan lebih hidup sebagai mahasiswa STAN sudah termasuk lama
Rasanya banyak kejadian yang sudah dilalui begitu saja
Saja, kikir berpikir boros bercanda
Ternyata sekolah tinggi tidak lebih dari sekadar SMA

Macam-macam kepribadian mahasiswa sudah saya ketahui di UI
Kupu-kupu, kura-kura, kunang-kunang
Pulang, rapat, nangkring, selesai
Ternyata sekolah tinggi sama seperti sekadar universitas

Kalau saya terbang, saya seperti kupu-kupu
Terkadang saya menjadi kupu-kupu malam
Kuliah-pulang pada malam hari karena jadwal kuliah berantakan
Sampai kamar kost kemudian menonton TVOne sambil penspinning

Kalau saya merasa, saya seperti bosan
Bos yang tidak ada kerjaan, bosan seperti saya
Tidak produktif, tua menggerogoti saya
Bermain harmonika sembari mencicipi donat dan susu, menyedihkan

Kalau saya lihat, para teman saya aktif berorganisasi
Seakan tiada hari tanpa sosialisasi
Sedikit pamer, dulu saya ketua kelas
Sedikit malu, sekarang saya sekretaris kelas

Kalau saya diam, saya hanya merasa kesal dan sesal
Kalau saya bergerak, saya bisa mewujudkan angan dan cita
Kalau saya sekarang, saya akan merealisasikan semuanya
Kalau saya kalau, saya tidak lebih menjadi sang pemimpi

Mundur dari sekretaris kelas
Bergabung dengan organisasi Pajak di STAN
Meningkatkan iman dan menghilangkan ide korupsi
Dan konsisten bermain penspinning

Semua itu untuk salah satu tujuan hidup terbesar saya

STOP Mental PNS

Semua demi prinsip dan harga diri, pimpinan.

Minggu, Oktober 25, 2009

Delta Antariksa

Tipe : Apresiasi

Subtipe : Delta = anak SMA

Inspirasi dari : Delta Annabarobby Gelegar Antariksa

Inspirasi ketika : 21 Oktober 2009



Rabu sore, tepatnya tanggal 21 Oktober 2009. berjalanlah Don Papin (DP) dengan mengenakan kemeja polos berwarna putih dan celana bahan berwarna hitam.

Di seberang sana, tampak Delta Antariksa (DA) dengan mengenakan kemeja putih dan celana bahan.

Sayangnya, kemeja putih itu tidak sepenuhnya polos berwarna putih, di saku dada kirinya terdapat sebuah logo asing yang hampir terlupakan. Oh iya, logo itu adalah logo OSIS SMA. Selain itu, celana bahannya pun tidak berwarna hitam layaknya Don Papin kenakan, tetapi berwarna abu-abu.

Bertemulah kedua insan yang berbeda derajat itu dan terjadilah sosialisasi.


DP : Hai anak SMA
DA : Hai, lama tak bersua
DP : Iya, Anda kuliah di mana ya?
DA : Wah, saya masih sekolah di SMA 81 Jakarta
DP : Bukannya dulu kita satu angkatan?
DA : Tapi Anda kan ketua kelas Akselerasi 07-09
DP : Bukannya dulu kita satu kabinet Pengurus OSIS?
DA : Tapi Anda kan sudah lulus duluan
DP : Oh iya, saya lupa kalau Anda anak Reguler, IPS pula, hahahaha
DA : Brengsek


Begitulah Don Papin, dia suka menyombongkan diri dengan cara berpura-pura lupa dengan keadaan temannya sendiri yang masih mengunyah bangku SMA. Delta sendiri tampaknya sudah memahami sifat temannya yang sering menyindir dia dengan cara yang halus itu.

Berlanjut kembali sosialisasi antara anak IPA dengan anak IPS.


DA : Bagaimana kuliah Anda di Akuntansi Universitas Indonesia?
DP : UI? Saya sudah tidak kuliah di sana lagi, tidakkah Anda ingat?
DA : Wah, jadi Anda sekarang kuliah di mana?
DP : Perpajakan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
DA : Mengapa Anda melepas UI? Tidakkah Anda ingat bahwa saya sangat menginginkan Akuntansi UI?
DP : Wahai temanku, bukankah Anda tau alasan mengapa saya melepas Akuntansi UI?
DA : Karena UI itu terlalu .......?
DP : Ya, UI itu terlalu ......., hahahaha
DA : Brengsek


Begitulah Delta Antariksa, dia masih mengingat kejadian saat Don Papin menyatakan alasannya melepas Akuntansi UI ketika Don Papin ingin masuk kamar mandi. Don Papin sendiri tampaknya menyadari bahwa Delta Antariksa sangat tersinggung dengan alasan konyol itu. Namun, Delta sendiri sama seperti anak-anak SMA lainnya, selalu menanyakan, "Kenapa UI-nya dilepas?" Begitulah Delta, dia masih SMA, dapat dimaklumi.

Berlanjut kembali sosialisasi antara anak kuliah dengan anak sekolah.


DA : Sesungguhnya Anda rugi telah mengambil STAN, kampusnya bobrok
DP : Wahai temanku, ketahuilah bahwa STAN itu tidak sebobrok yang dulu
DA : Lebih bobrok lagi?
DP : Jika lebih bobrok lagi, tentu saya tidak mau kuliah di sana
DA : Lantas apa?
DP : Sekarang STAN itu sedang dalam renovasi total, insya Allah pada pertengahan 2010 nanti akan selesai, jadi Anda dapat merasakan gedung-gedung baru yang lebih mewah
DA : Haha, maksud Anda gedung baru yang tidak ber-AC?
DP : Ada AC-nya, gedungnya bersih dan toiletnya pun mewah
DA : Kalau begitu, sekarang Anda kuliah di gedung mana?
DP : Sekarang seluruh mahasiswa STAN kuliah di salah satu gedung baru, gedung I, ruang kelasnya besar dan bersih, sejuk karena ber-AC, dan toiletnya pun bersih
DA : Iya kah?
DP : Toiletnya lebih bersih dari toilet SMA Anda dan toiletnya pun lebih besar dari ruangan sekretariat Pengurus OSIS Anda
DA : Itu tidak penting, tetap saja STAN itu hanya Diploma III
DP : Memang, tetapi ketika Anda sudah bekerja nanti, akan banyak sekali diadakan tes-tes untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tidak jarang ada beasiswa untuk sekolah ke luar negeri. Gratis pula, iya lah namanya juga beasiswa
DA : Apakah Anda yakin?
DP : Iya, saya sendiri mengetahuinya dari lulusan STAN yang sudah bekerja di Departemen Keuangan
DA : Bukankah STAN itu sudah tidak memiliki Ikatan Dinas?
DP : Dari mana Anda mendapat informasi itu? Kalau STAN sudah tidak memiliki Ikatan Dinas tentu saja STAN sudah bubar dari dulu. STAN itu Sekolah Kedinasan
DA : Oh begitu, tetap saja saya gengsi kalau kuliah gratisan
DP : Dibayar oleh Departemen Keuangan tepatnya. Ketahuilah bahwa dari APBN itu terdapat di dalamnya untuk membayar kuliah STAN. Intinya, saya kuliah dari keringat rakyat Indonesia. Tentu saja tidak saya sia-siakan itu
DA : Paling Anda jika sudah besar akan korupsi
DP : Pendidikan agama di STAN sangat kuat, terutama agama Islam. Insya Allah saya bisa terhindar dari godaan korupsi berkat pendidikan agama dan disiplin di STAN
DA : Tapi saya tidak mau menjadi pegawai
DP : Dirjen Pajak itu juga termasuk pegawai negeri, pegawai negeri itu bukan bawahan, atasan pun juga termasuk pegawai negeri
DA : Saya mengerti, tetapi pegawai negeri gajinya sedikit
DP : Wahai temanku, ketahuilah bahwa Departemen Keuangan itu salah satu departemen yang paling kaya dibandingkan departemen yang lain, tentu saja gaji pegawai negeri Departemen Keuangan lebih banyak dibandingkan pegawai negeri departemen yang lain
DA : Tetap saja saya tidak mau menjadi pegawai negeri
DP : Kalau tidak ada yang mau menjadi pegawai negeri maka siapa yang mau mengurusi departemen negara? Jangan salahkan pemerintah jika nanti korupsi merajalela karena departemen negara diisi oleh para pegawai negeri yang tidak memiliki integritas dan kualitas.
DA : Lebih baik kalau saya bekerja di perusahaan asing
DP : Kalau orang-orang yang berkualitas pindah ke perusahaan asing semua, tambah berkuasa lah asing di Indonesia. Anda ingin Indonesia kembali dijajah?
DA : Tentu saja tidak
DP : Begitulah, semua terserah Anda, Anda yang mengambil keputusan
DA : Iya


Tampaknya dialog ini akan segera berakhir. Namun, sebelum sesuatu terlupakan maka harus diucapkan agar tidak binasa karena terlalu lama tersimpan di hati.

Berlanjut kembali sosialisasi antara teman


DP : Delta, bukankah hari ini Anda berulang tahun?
DA : Iya, hari ini saya berulang tahun
DP : Wah, apakah sekarang umur Anda menjadi 17 tahun?
DA : Begitulah
DP : Anda sudah semakin dewasa ya
DA : Dari dulu tampang saya terlalu tua malahan
DP : Sekarang pun Anda tidak perlu malu jika ingin merokok dan membuka situs porno
DA : Maaf, saya tidak tertarik dengan hal seperti itu
DP : Ya sudah, semoga Anda tertarik dengan yang satu ini




DA : Keren, apakah ini untuk saya?
DP : Tentu saja tidak
DA : Jadi, apa tujuan Anda memperlihatkan gambar ini?
DP : Hanya untuk pamer dan membuat Anda iri, hahahaha
DA : Brengsek


Sayang sekali, sosialisasi di antara mereka berdua tampaknya sudah berakhir karena Don Papin sebentar lagi akan kuliah dengan mata kuliah Pengantar Akuntansi 1 pada jam 5 sore nanti.

Tunggu, jika Don Papin ada di STAN maka Delta Antariksa ada di mana?


Dipersembahkan untuk Delta Annabarobby Gelegar Antariksa (pelajar SMA jurusan IPS yang sangat menginginkan Akuntansi Universitas Indonesia) oleh Muhammad Pranasa Aranta Syaiful Dinar
(mantan pelajar SMA kelas Akselerasi yang telah melepas Akuntansi Universitas Indonesia

Sabtu, Agustus 08, 2009

NP

Tipe : Apresiasi

Subtipe : Forum terakhir tadi pagi

Inspirasi dari : Netradhiira Pattvisekra

Inspirasi ketika : 8 Agustus 2009



Netradhiira Pattvisekra, kami memulainya dengan sebuah canda...

Canda pertama saya adalah saat pertama kali saya mendorong jatuh Tri Agustian Nugraha pada hari Rabu tanggal 7 Mei 2008 ketika istirahat pertama sehabis saya ulangan kimia karena obsesi saya untuk menjadi pendaftar pertama Calon Pengurus OSIS (Capsis). Bagi saya itu adalah sebuah canda karena saya tertawa jika mengingat kejadian itu. Namun, saya rasa bagi orang yang didorong jatuh itu -yang akhirnya menjadi pendaftar kedua- bukanlah sebuah canda melainkan sebuah tindak kekerasan. Saya meminta maaf kepada Tri Agustian Nugraha dan saya harap dia bisa memberikan maafnya untuk saya. Yo.

Oh iya, saya membayar lima ribu rupiah untuk mendapatkan formulir pendaftaran. Saya menjadi pendaftar pertama dan satu-satunya pendaftar yang menduduki kelas XI.

Canda-canda selanjutnya adalah bersama para teman Capsis baik ketika berkumpul di sekolah, membuat name tag, yel-yel, membayar seri, dan lainnya yang membuat kami terhibur dan melupakan masalah-masalah kami walaupun hanya untuk sementara. Ya, setiap keringat yang kami cucurkan, setiap nafas yang kami hembuskan, setiap duka yang kami tangiskan, dan setiap tawa yang kami lepaskan menjadi pemicu semangat kami untuk melewati masa-masa itu.

14 Agustus 2008, bertepatan dengan hari jadinya kelas Akselerasi 07-09, lahirlah nama Netradhiira Pattvisekra, pemimpin yang bertalenta, cerdas, bijaksana, dan berbudi luhur
. Muhammad Rifqi sebagai Ketua OSIS dan saya pun menjabat sebagai Anggota Seksi 8, seksi Olahraga dan Kesehatan, dengan Rahadyan Andrianto Wibowo sebagai Ketua Seksi 8.

17 Agustus 2008, akhirnya kami pun resmi dilantik menjadi Pengurus OSIS masa bakti 2008-2009. Betapa bangganya kami saat membuat formasi "NP" sambil meneriakkan nama kabinet kami di tengah lapangan dengan mengenakan jas abu-abu. Kami pun mendapatkan sebuah ruangan dinas untuk melakukan tugas-tugas kami di sana. Bagi saya sendiri, menjadi seorang Pengurus OSIS merupakan sebuah kebanggaan besar ditambah lagi dengan mitos "anak Aksel yang katanya ga mungkin bisa jadi Pengurus OSIS" yang berhasil saya pecahkan dan saya buktikan kepada manusia seantero 81.

Keren abis si anak Aksel itu.

Hari-hari sebagai Pengurus OSIS pun kami jalani. Sudah banyak sekali kegiatan yang telah kami lalui bersama, baik kegiatan formal maupun informal. Program kerja (Proker) yang selalu menghadapi hambatan, Trip Observasi, dan lain-lainnya telah berhasil kami lewati. Ya, walaupun tak terhitung berapa kali kami mengeluh, berapa kali kami bertengkar, berapa kali kami bekerja keras, berapa kali kami menyatukan visi, dan berapa kali kami membangkitkan motivasi kembali tetapi kami bisa melewatinya, karena kami adalah keluarga. Keluarga yang saling menyayangi dan bahu-membahu agar kuat mengemban amanat, agar tegar dan tak gentar, dan agar setia untuk tetap bersama.

Tibalah hari ini, 8 Agustus 2009. Tersisa 9 hari lagi untuk melepaskan jabatan dan akan digantikan oleh para penerus selanjutnya. Rasanya tidak terasa karena tertutupi oleh kesibukan-kesibukan kami dan akhirnya teringat kembali oleh ratapan kalender dan putaran jam.

Saya sangat sadar bahwa dedikasi saya sangatlah sedikit terutama ketika saya sudah kelas XII dan mulai sibuk untuk memikirkan kelulusan dan universitas yang akan saya dapatkan. Saya semakin jarang untuk berkumpul dan bertugas dan selalu berkilah dengan alasan. Walaupun ingin, tetapi saya tidak berharap agar waktu berputar menuju 1 tahun lalu. Saya tidak ingin berlarut-larut dalam masa lalu. Lebih baik saya jadikan pelajaran untuk masa depan yang lebih baik.

Akhirnya, 17 Agustus 2009 PASTI akan kami lalui. Kami pasti akan menyudahkan masa bakti kami dengan prestasi-prestasi yang telah kami raih. Sungguh saya bersyukur telah dipertemukan dengan orang-orang terbaik yang mengisi hari-hari saya. Kalian adalah orang-orang luar biasa, yang saya sayangi, saya banggakan, dan saya andalkan. Tanpa kalian, saya tidak bisa berbuat banyak.

Dan yang pasti, tanpa doa kalian saya tidak akan masuk Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Indonesia, sungguh terima kasih pun tidak cukup untuk membayarnya. Saya hanya bisa mendoakan kalian agar mendapatkan universitas dan fakultas yang terbaik. Amin.

Begitulah, demisioner (lepas jabatan) sebentar lagi. Walaupun status kami nanti bukanlah Pengurus OSIS lagi, tetapi kami adalah keluarga, dan keluarga itu tidak terikat kepada status.

Netradhiira Pattvisekra, kami memulainya dengan sebuah canda
Netradhiira Pattvisekra, kami menjalaninya dengan rasa cinta
Netradhiira Pattvisekra, kami mengakhirinya dengan berjuta cerita

Terima kasih, Sekra...

Muhammad Pranasa Aranta Syaiful Dinar, S#29