Minggu, Februari 15, 2009

Lupercalian

Tipe : Apresiasi

Subtipe : Hari hitam tanpa warna

Inspirasi dari : Lupercalian Festival

Inspirasi ketika : 14 Februari 2009



Sebelumnya maaf, tulisan ini hampir tidak ada maknanya.


14 Februari 2009, jam satu siang kurang lebih tidak tepatnya. Tepatnya tidak tau karena detik terus berjalan tidak mau berhenti. Sudah waktunya saya berhulu ke Gramedia Matraman. Ah buat apa? Buat beli buku, buku pelajaran. Sama siapa? Sama saya sendiri, tanpa teman. Setelah beribadah di masjid sekolah, tanpa basa-basi lagi saya pergi. Mau pamit sama siapa juga tidak ada, tidak ada yang mau tau dan peduli. Berjalanlah saya menuju kompleks depan sekolah. Ya, hari saya tanpa suara mulai hampir dimulai. Lagipula, sendiri lebih baik untuk pergi.

Hm, Advent. Samping kanan sana saya melihat sekerumunan orang. Orang yang sudah tidak asing lagi siapa, atributnya, dan apa yang dilakukannya di sana. "Orang-orang informal", begitu kata pak Mufid, guru Bahasa Indonesia saya. Dulu saya ingat pernah ingin bergabung dalam komunitas "orang-orang informal" itu karena tertarik dengan jaket yang biasa mereka kenakan. Ya, sekarang saya tetap bukan bagian dari mereka. Saya tetap sendiri. Sendiri lebih baik daripada bergabung dengan mereka.

Kenapa?

Terkadang saya berpikir melihat kebiasaan mereka. Orang yang merasa kuat jika bersama teman-teman "informal"-nya. Orang-orang yang suka berkata kasar dan berlagak hebat jika bersama teman-teman "informal"-nya. Dari situlah saya memutuskan tidak mau bergabung dengan mereka. Mereka sendiri juga belum tentu mau menerima saya jika saya menawarkan diri bergabung dengan mereka. Ternyata saya tidak menyukai orang-orang yang ramai. Jika saya bergabung dengan mereka, saya akan sama seperti mereka. Saya tidak akan bisa hidup sendirian tanpa mereka. Saya hanya akan menjadi orang yang berlagak besar jika bersama mereka namun menjadi orang tak punya nyali tanpa mereka. Saya tetaplah 07-09, saya adalah diri saya sendiri. Bukan pengemis persahabatan dan bukan pengemis kekuasaan. Sendiri lebih baik untuk menjadi diri sendiri.

Ya, saya lupakanlah kenangan ketika saya ingin mencari teman itu. Sudah sampai di kompleks depan sekolah. Segera naik M26 dan melihat pemandangan hari ini. Tidak ada yang spesial, hanya tumpukan orang-orang yang sedang berjalan bersama temannya, pacarnya, dan orang tuanya. Sementara saya? Sendiri. Biarlah, saya memang sedang ingin menikmati kesendirian ini. Sendiri lebih baik untuk menikmati pemandangan.

Sampai di Kampung Melayu, sudah sampai. Hal yang akan dilakukan adalah membayar tiket Transjakarta dan mengambil arah Kampung Melayu-Ancol. Hal yang sekarang saya lakukan adalah mengantre menunggu bus yang akan datang. Seperti biasa, pemandangan yang terlihat di sini adalah kumpulan orang-orang dengan cerita hidup yang berbeda. Kebanyakan adalah orang dewasa. Sementara di sini hanya saya yang masih remaja. Ya, suatu saat nanti saya akan seperti mereka. Akan dewasa, akan menentukan tujuan hidup, akan mencari makan dan uang sendiri, akan hidup berkeluarga, dan akan mati. Sekarang masing-masing dari orang dewasa itu sedang memikirkan apa yang akan dilakukannya sekarang. Ya, memikirkan sendiri. Sendiri lebih baik di Jakarta ini.

Bus yang datang hampir penuh. Jika saya pergi bersama teman, pasti saya akan menunggu bus yang lain agar bisa masuk bersama. Tapi sekarang saya sendiri, jadi tak perlu saya menunggu. Membuang-buang waktu. Majulah saya sambil mendorong orang-orang lamban dan besar yang mengganggu jalan saya. Ya, terkadang hal seperti ini lebih baik. Ternyata saya orang yang individualis dan egois karena jarang merasakan kebersamaan dan terlalu sering sendirian. Biarlah, sendiri lebih baik jika tidak ingin menunggu.

Sampai di Gramedia Matraman, sudah jam dua siang. Sebenarnya, saya sudah lapar. Saya tidak mau makan, saya masih kuat melanjutkan hari ini. Sebenarnya, jika saya pergi bersama teman pasti mereka sudah mengajak makan. Tapi sekarang saya sendiri, jadi tak perlu saya makan. Membuang-buang waktu. Saya masih punya banyak hal yang akan dikerjakan di Gramedia. Membeli buku-buku pelajaran. Jika saya bersama teman pasti saya tidak bisa fokus dan akan membuat saya kesal. Ya, sendiri lebih baik hari ini.

Semuanya sudah terpenuhi pada jam tiga kurang. Ya, karena saya berlari-lari di Gramedia untuk mencari buku. Jalan santai terlalu membuang waktu. Ada hal aneh yang telah saya lakukan. Mengapa saya mau membelikan loose leaf Kiky dan buku rangkuman IPS untuk seorang teman saya? Jumlah yang telah saya keluarkan untuknya adalah 42.200 rupiah. Mengapa saya melakukannya? Padahal lebih baik jika dia membelinya sendiri tanpa meminta bantuan saya. Karena itu urusannya, bukan urusan saya. Saya tau 42.200 hanya sedikit, tetapi kenapa saya malah menelpon teman saya itu dan membelikan benda itu untuknya? Hm, ternyata saya masih memiliki perasaan sayang kepada teman. Namun, saya mengucapkan terima kasih kepada teman saya itu karena sudah menjadi orang yang cukup dekat dengan saya. Intinya, saya tidak sendiri, saya masih punya teman yang ingin saya bahagiakan. Bodohkah saya? Plin-plankah saya?

Setelah itu, hal yang saya lakukan adalah membaca buku sendiri sampai jam enam sore. Bagaimana bisa saya menghabiskan empat jam sendirian di Gramedia dengan membaca buku saja? Jika saya bersama teman pasti mereka sudah mengajak pulang dari tadi. Tapi sekarang saya sendiri, jadi tak perlu saya pulang cepat. Saya ingin menikmati hari ini. Namun, jam enam saya memutuskan untuk pulang. Berlarilah saya di jembatan dan menabrak Ibu-Ibu yang sedang berjalan. Ya, mereka berjalan terlalu lama sehingga saya memutuskan untuk menyenggolnya. Kalau Ibu-Ibu itu sendirian pasti tidak akan memakan tempat sehingga saya tak perlu menabraknya. Sendiri lebih baik jika tidak ingin memakan tempat.

Sampai di Kampung Melayu, kemudian saya lanjutkan lagi dengan tujuan Kampung Rambutan demi menghemat uang. Hampir sampai di Kampung Rambutan. Namun, saya salah turun di halte busway, seharusnya turun di 2 halte selanjutnya, tetapi saya malah turun terlebih dahulu. Tidak ada waktu lagi, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Berlarilah saya di samping jalan ditemani gelap malam. Sendiri lebih baik jika ingin berlari.

Sekitar 2,5 km saya berlari di pinggir jalan raya. Saya sudah 4 kali menang balapan dengan bus kopaja, 2 kali digoda oleh Bapak-Bapak asing, 1 kali nyaris ditabrak mobil, 2 kali nyaris ditabrak motor, dan tak terhitung sudah menyalip orang-orang lamban. Semua itu bisa terjadi karena saya berlari sendirian. Jika saya bersama teman pasti mereka sudah capek. Tapi sekarang saya sendiri, jadi tak perlu saya menunggu mereka istirahat. Sendiri lebih baik jika tidak ingin berleha-leha.

Ketika berlari, malam telah mengingatkan sesuatu..


Aku dan dirimu seperti matahari dan bulan
Matahari, sendiri di siang hari dan bulan, elok cantik nan menawan
Apa daya, aku dan dirimu seperti siang dan malam hari
Tak pernah bersama terpisahkan rotasi bumi

Tapi ketahuilah, aku tidak menyalahkanmu
Mungkin nasib tidak menginginkan kita untuk bertemu
Dan kondisi ini belum tentu kamu harapkan terjadi
Mengingat aku yang terlalu mengharapkanmu sedari Februari

Ini yang disebut afeksi
Menjadi sakit yang menyebabkan infeksi
Semua ini relatif, tergantung darimana kita memandang
Relatif, seperti lahirnya teori waktu dan ruang

Ya, nilai cinta tidak sama seperti konstanta
Tidak sama, seperti halnya pertidaksamaan kata
Matematika tidak mempunyai cukup retorika
Maafkan, karena aku dan kebodohanku seperti boneka

Sendiri lebih baik jika kamu tidak ingin bersama
Bersama lebih baik jika kamu tidak ingin sendiri
Sekarang kamu tinggal menentukan pilihan
Maafkan, karena aku tidak mau sendirian


Akhirnya sampai di K40 juga. Setengah jam kemudian akhirnya sampai di rumah juga. Selamat Pin, karena udah sampai di rumah sendirian tanpa si selamat. Waktu sudah menunjukkan jam sembilan malam. Sudah, saya akhiri aja hari ini. Ya, sendiri hari ini. Sendiri lebih baik.

Sendiri itu indah

Saya mengucapkan terima kasih kepada diri saya sendiri.

Don Papin The Godfather

22 komentar:

FARRAAS AFIEFAH mengatakan...

ehehehehehe makasih ya Pin :)

FARRAAS AFIEFAH mengatakan...

eiya Pin Lupercalia itu bukannya tanggal 15 ya?

Ha!ppy mengatakan...

haih papin papin, all of your thoughts always amazed me

Nadia.dhykun mengatakan...

Alone is the best pin! right?! ahaha.
emang terkadang sendiri itu enak, tapi ada saat-saat nya juga lo butuh keramaian pin.hehhe

LLawliet mengatakan...

main bola juga sendiri, hha... Peace2...

riabonsaii mengatakan...

pin, baca awalnya emang agak bosen, tapi gue penasaran sama sesuatu yang selalu ada di blog lu, dan emang ada! keren pin.

Junebug mengatakan...

yup sendiri itu emang enak. Gw sering menikmati kesendirian itu sendiri. Buat lo2 yang belum pernah nyoba ini, dicoba deh..

1. Dulu gw pas smp sering cabut PM sore-sore sendirian ke lantai paling 3 yang sepiiii banget ga ada orang. Duduk sendirian di pojok, melamun, merenung.

2. Dulu gw suka naik jembatan penyebrangan depan smp gw, sendirian, liatin jalanan, menikmati angin sepoi2

3. Dulu gw suka naik ke lantai paling atas apartemen gw sore2, lagi2 sendirian, gw liatin pemandangan jakarta pas matahari terbenam dari lantai 28. Berdiri diatas tembok yang sejengkal lagi gw melangkah, habis lah nyawa gw.

4. Sampai sekarang gw selalu punya hari dimana gw ga mengeluarkan sepatah kata pun. Tidak berpikir apapun dan membodohi diri sendiri. Dan di otak gw mulai dipenuhi pertanyaan2 polos anak kecil "Kenapa bumi itu bulat?" lalu gw mencari jawabannya dengan sudut pandang yang berbeda "Karena, biar enak digelindingin pas kiamat"


gw beneran melakukan hal diatas lho. Yang mau mencoba, kontak gw ttg perasaan kalian setelah mencobanya, hahahhaa

rovere01 mengatakan...

sedih banget sih ky na ka papin
tp aq jga g beda jauh ko^^

takluk_karena_cinta mengatakan...

papin papin
lama gk liat lo gua
kapaan kita belajar akun bareng

too much to tell ... mengatakan...

papin yaampun selalu yg paling gw tunggu tunggu bgt deh tulisan lo pin, oke

dunia komodo mengatakan...

nice, pin. sendiri emg bikin kita lbh kenal ama diri sendiri.
udah nyobain blm lo pin ntn bioskop di blok m sendirian ? hahaha

abee rektivianto mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
abee rektivianto mengatakan...

pin, lupercalia itu hari apaan ya?

ditaaaaa mengatakan...

i've given you an award. check it on my blog!

Don Papin The Godfather mengatakan...

Farraas : He, ga papa Yas, tapi makasih kenapa ya?

Faraas (lagi) : Ada yang berbeda pendapat gitu Yas. Tapi yang saya baca sih tanggal 14

Don Papin The Godfather mengatakan...

Happy : Ah biasa aja Hap, belum sampai mengubah paradigma orang kok. Masih banyak yang lebih hebat dari saya. Tandanya saya hebat juga eh, haha

Dhykun : Iya, buktinya saya masih bergaul dengan yang lain kan. Manusia kan makhluk sosial eh, walaupun saya makhluk Aksel tapi sejatinya tetap aja saya makhluk sosial.

Don Papin The Godfather mengatakan...

Rudy : Main bola yang mana dulu nih? Hehe

Ria : Wah, emang ada apaan di blog saya? Iya juga ya, kadang saya suka bosan sendiri baca blog saya. Jarang diupdate sih, haha

Don Papin The Godfather mengatakan...

Junebug : Wets, salam kenal nih kembarannya Lala, haha. Saya sih tidak seekstrem itu, masih normal dikit lah. Maklum saya kan bukan orang unik.

Rovere : Wah ga menyedihkan kok, saya masih bisa ketawa. Tenang aja, ga ada yang sempurna kesendiriannya di dunia ini.

Don Papin The Godfather mengatakan...

Sugi : Kapan ya Sug? Pinginnya sih abis SIMAK UI ya.

Rosi : Makasih Ros, he

Don Papin The Godfather mengatakan...

Brenda : Belum Bren, ga ada waktu nih, lagian kadang suka ditelpon orang tua jadi ga enak juga saya bohong terus. Makanya sekarang udah jarang pergi jauh sendirian gitu.

Sabrina : Lupercalian itu bahasa Romawinya Valentine Sab. Beda ya isinya sama judulnya. Kalau di carta pasti udah dicoret nih, he

Don Papin The Godfather mengatakan...

Dita : Wah udah saya lihat, makasih ya. Coba hadiahnya uang, hehe

Kamit kamu mengatakan...

ckckck papin kita itu juga diciptakan sebagai makhluk sosial jadi saya gak setuju kalo kamu blg sendiri lebih baik ..
Kita pasti butuh temen,sahabat atau siapa pun lah yg bs ada disamping kita .
Lagipula walaupun kmu sndrian sbnernya itu kn cuma pemikiran kamu aja ..
Apa kmu gak sadar kalo ada Allah yg ngawasin kita,kalo ada malaikat disamping kita .

Oya pin,emang ada apa sih dgn org2 "adven"??
Kenapa kmu hrus jauh2 mengomentari kebiasaan mrk?
Kenapa kmu gak melihat dulu apa yg ada di angkatan kmu itu loh yg pd pake jaket hijau juga??
Apa "mereka" yg ada di angkatan kmu itu lbh baik sehingga gak ada yg mengkritik dan mencela?
Saya heran,seperti kata pepatah : kutu disebrang lautan terlihat tapi dinosaurus didepan mata gak keliatan .
Hehe bercanda :)